Beranda › Berita
TIPS & TRIK

Perkembangan Mobil Listrik Indonesia 2026: Data dan Tren

Beberapa tahun lalu, mobil listrik masih dianggap sebagai kendaraan masa depan yang hanya digunakan oleh segelintir orang. Namun, kini situasinya mulai berubah. Kehadiran berbagai merek baru, harga yang semakin kompetitif, dukungan pemerintah, serta bertambahnya infrastruktur pengisian daya membuat mobil listrik semakin mudah ditemui di jalanan Indonesia.

Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari banyaknya model yang tersedia, tetapi juga dari peningkatan penjualan, investasi industri baterai, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara nasional. Indonesia bahkan menargetkan diri menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik dan baterai terbesar di Asia Tenggara.

Simak data dan tren mobil listrik Indonesia selama kuartal pertama 2026 selengkapnya di bawah ini.

Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah menjadikan kendaraan listrik sebagai salah satu bagian penting dari agenda transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Melalui berbagai kebijakan insentif, pemerintah menargetkan penggunaan 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada tahun 2030. Target tersebut diproyeksikan mampu menghemat energi hingga 29,79 juta barrel oil equivalent (MBOE) dan mengurangi emisi karbon sekitar 7,23 juta ton CO₂.

Perkembangan jumlah kendaraan listrik juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Perhubungan pada 2024, jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang telah terdaftar mencapai lebih dari 133 ribu unit. Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya pilihan kendaraan dan insentif yang diberikan pemerintah.

Meski pangsa pasar mobil listrik masih relatif kecil dibandingkan kendaraan konvensional, laju pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan pasar otomotif secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Fitur Keselamatan EV yang Wajib Ada di 2026

Penjualan Mobil Listrik Tumbuh Saat Pasar Mobil Melambat

Salah satu fenomena menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah pertumbuhan mobil listrik yang tetap kuat ketika pasar mobil nasional sedang melambat.

Menurut laporan Reuters, penjualan mobil listrik selama 2023 sejumlah 72.295 unit pada February 2023, jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan penjualan pada periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 70.772 unit. Chery menjadi salah satu merk dengan penjualan tertinggi di Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa mobil listrik perlahan lebih mudah diterima oleh banyak kalangan. Banyak konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang realistis untuk penggunaan sehari-hari.

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:

Pasar yang Semakin Kompetitif

Salah satu yang mendorong semakin luasnya pasar mobil listrik di Indonesia adalah harga yang semakin kompetitif. Awalnya, mobil listrik identik dengan harga beli yang lebih mahal dibandingkan dengan mobil konvensional. Namun, dengan semakin banyaknya merk mobil listrik di Indonesia yang mengeluarkan berbagai seri membuat pasar semakin kompetitif.

Kabar baiknya, konsumen bisa menikmati mobil listrik yang lebih terjangkau karena harga beli mobil listrik kini kompetitif dengan mobil konvensional.

Chery sebagai salah satu merk yang memimpin pasar mobil listrik di Indonesia menurut catatan GAIKINDO, penjualan Chery di Indonesia melonjak hingga 126% sepanjang 2025 di segmen retail sales. Sementara di whole sales, peningkatan penjualan mencapai 111%. Data ini menggambarkan kepercayaan pasar pada Chery sekaligus jaringan distribusi yang semakin menguat.

Persaingan yang semakin ketat ini memberikan keuntungan bagi konsumen karena:

Kondisi tersebut juga mendorong percepatan adopsi mobil listrik di kalangan masyarakat menengah.

Infrastruktur Pengisian Daya Semakin Luas

Salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna mobil listrik adalah ketersediaan stasiun pengisian daya.

Namun data menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga akhir 2023, Indonesia telah memiliki 2.704 unit infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang terdiri dari SPKLU dan fasilitas pendukung lainnya. Jumlah ini mencapai lebih dari 2,5 kali target yang ditetapkan pemerintah pada tahun tersebut.

Menjelang musim mudik 2024, pemerintah dan PLN juga telah menyediakan 1.299 unit SPKLU yang tersebar di 879 lokasi di seluruh Indonesia. Konsumsi SPKLU selama periode mudik bahkan meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa pengguna mobil listrik mulai merasa lebih percaya diri melakukan perjalanan jarak jauh.

Indonesia Ingin Menjadi Pusat Industri Baterai dan EV

Keunggulan terbesar Indonesia dalam persaingan kendaraan listrik global bukan hanya pasar domestiknya, melainkan sumber daya alam yang dimiliki.

Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia, sementara nikel merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Karena itu, pemerintah berupaya membangun rantai pasok kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Salah satu perkembangan penting adalah beroperasinya pabrik material anoda baterai di Kendal, Jawa Tengah. Proyek tersebut merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.

Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga basis produksi regional.

Tren Mobil Listrik yang Diprediksi Menguat

Melihat perkembangan saat ini, ada beberapa tren yang diperkirakan akan semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang.

1. Harga Mobil Listrik Semakin Terjangkau

Persaingan antar produsen diperkirakan akan terus menekan harga jual kendaraan listrik. Semakin banyak model yang bermain di segmen harga menengah membuat mobil listrik menjadi pilihan yang lebih realistis bagi masyarakat luas.

2. Dominasi Merek Asia

Merek-merek asal Tiongkok saat ini menjadi motor utama pertumbuhan pasar mobil listrik Indonesia. Dengan kombinasi harga kompetitif dan teknologi yang terus berkembang, dominasi produsen Asia diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

3. Infrastruktur Semakin Merata

Penambahan SPKLU akan terus berlangsung, tidak hanya di kota besar tetapi juga di jalur antarkota dan kawasan wisata. Hal ini akan mengurangi kekhawatiran mengenai jarak tempuh dan pengisian daya.

4. Produksi Lokal Meningkat

Investasi manufaktur yang masuk ke Indonesia akan mendorong peningkatan kandungan lokal serta menciptakan peluang penurunan harga kendaraan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Mobil listrik di Indonesia telah memasuki fase pertumbuhan yang jauh lebih matang dibandingkan beberapa tahun lalu. Penjualan yang terus meningkat, bertambahnya pilihan kendaraan, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta investasi besar di sektor baterai menunjukkan bahwa transformasi industri otomotif sedang berlangsung.

Meski tantangan seperti harga awal kendaraan, edukasi konsumen, dan pemerataan infrastruktur masih perlu diselesaikan, arah perkembangannya terlihat jelas. Mobil listrik bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bagian penting dari masa depan transportasi Indonesia.

Chat Sales